Dimas percaya bahwa musik adalah bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Ia menghabiskan 8 tahun terakhir menyusuri panggung-panggung indie, festival musik, dan studio rekaman—bukan untuk mencari hits, tapi untuk duduk di belakang sound system, ngobrol dengan musisi jalanan, dan mencatat alunan yang nyaris hilang. Tulisannya adalah oase bagi mereka yang lelah dengan daftar lagu mainstream.
MUSIK INDIEFESTIVAL MUSIKSEJARAH MUSIKBUDAYA POPMUSISI LOKAL