Theatrum Orbis Terrarum merupakan atlas modern pertama di dunia yang disusun oleh kartografer asal Belanda, Abraham Ortelius, dan pertama kali dicetak pada 20 Mei 1570 di Antwerp. Karya monumental ini memuat kumpulan lembar peta berseragam yang dijilid menjadi sebuah buku dengan menggunakan pelat tembaga khusus.
Sebelum kemunculan atlas ini, kumpulan peta dari berbagai pembuat biasanya hanya dirilis secara terpisah atau berdasarkan pesanan khusus individu. Namun, dalam karya Ortelius, seluruh peta disajikan dalam gaya serta ukuran yang seragam, lalu disusun secara logis berdasarkan benua, wilayah, hingga negara.
Related Stories
Pantau Pergerakan Pasar & Teknologi Terkini
Dapatkan analisis mendalam dan berita eksklusif seputar pasar saham, kripto, dan inovasi teknologi langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeBuku bersejarah ini tidak hanya berisi peta buatan Ortelius sendiri, melainkan menghimpun karya dari puluhan master peta lainnya yang diberi keterangan sumber secara transparan. Kehadiran atlas tersebut berhasil merangkum seluruh pengetahuan geografis dunia Barat ke dalam satu volume buku yang utuh.
Penerbitan karya kolosal ini sekaligus menandai dimulainya Zaman Keemasan Kartografi Negeri Belanda yang berlangsung dari tahun 1570-an hingga 1670-an. Sambutan hangat dari kalangan masyarakat terpelajar membuat buku ini terus mengalami revisi, penambahan peta, hingga dicetak dalam berbagai edisi bahasa.