Dunia hiburan K-pop kembali digemparkan oleh perilaku tidak menyenangkan dari oknum penggemar. Baru-baru ini, sebuah potongan video dari acara fan sign EVAN (Heeseung) mendadak viral di media sosial dan telah disaksikan lebih dari 2 juta kali. Berdasarkan pantauan redaksi, video tersebut memicu gelombang kecaman besar dari komunitas penggemar global karena tindakan sang wanita yang dinilai sangat tidak sopan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut informasi yang beredar dari unggahan akun @okymbnk di platform X, insiden ini bermula ketika seorang wanita yang memenangkan tiket fan sign mencoba memberikan hak masuknya kepada sang keponakan. Namun, pihak penyelenggara menolak transfer tiket tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku. Akibat permasalahan transfer tiket ini, banyak penggemar lain juga tertahan di luar venue, yang menyebabkan munculnya beberapa kursi kosong di dalam ruangan acara.
Tidak terima dengan situasi tersebut, wanita itu dilaporkan meluapkan kekesalannya langsung kepada EVAN di dalam area fan sign. Dari observasi tim redaksi terhadap video yang beredar, ia berbicara dengan nada tinggi dan memerintahkan sang idola untuk keluar menemui para penggemar yang tertahan di luar, termasuk keponakannya. Aksi ini dinilai melanggar batas kenyamanan sang artis yang sedang bertugas.
Menurut kesaksian salah satu netizen dengan akun @EVia_en yang menghadiri acara tersebut, wanita itu tidak hanya melontarkan satu komentar negatif saja. "Dia memberikan banyak sekali komentar pribadi lainnya di luar ini. EVAN sampai berkeringat dingin karena merasa sangat malu dan terpojok akibat situasi tersebut. Meskipun dia melihat reaksi EVAN, dia tetap melanjutkan aksinya dengan nada ketus yang memaksa, bukan dengan suara yang lembut," ungkapnya dalam sebuah cuitan.
Sikap kasar ini langsung memicu kemarahan fans lain di media sosial. Banyak netizen yang menilai bahwa tindakan tersebut sudah termasuk dalam kategori perundungan verbal secara langsung, bukan lagi sekadar interaksi penggemar. Berdasarkan pantauan di linimasa, para penggemar mendesak pihak manajemen untuk lebih memperketat pengawasan dan memberikan perlindungan serta kenyamanan yang layak bagi para idola saat berinteraksi dengan publik.