Mantan anggota boygrup ENHYPEN, Heeseung, yang kini berkarier solo dengan nama panggung EVAN, baru saja merilis singel perdana bertajuk "Ride or Die". Berdasarkan laporan dari Koreaboo, debut solo ini menuai reaksi beragam dari publik, mulai dari performa tangga lagu yang di luar ekspektasi hingga sorotan negatif mengenai visualnya saat tampil di beberapa acara musik.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Di tengah pro dan kontra debut tersebut, situasi semakin memanas setelah salah satu produser sekaligus teman dekat EVAN yang bernama Apro, terlibat dalam sebuah kontroversi. Berdasarkan rekam jejaknya, Apro sebelumnya pernah terlibat dalam proses mixing lagu "Knife" milik ENHYPEN serta ikut menangani aspek produksi untuk lagu terbaru milik EVAN.
Menurut pantauan redaksi pada 25 Juni, Apro mengunggah sebuah cerita di akun Instagram pribadinya yang menampilkan permainan tebak kata dengan empat garis kosong. Uniknya, ia hanya mengisi dua huruf di tengah sehingga membentuk indikasi nama EVAN, namun dengan sengaja menghilangkan huruf "EN" yang diduga kuat oleh para penggemar sebagai referensi sindiran untuk nama ENHYPEN.
Dari pengamatan tim redaksi, dugaan sindiran ini semakin diperkuat setelah Apro menyukai unggahan cerita lain yang berfokus pada hilangnya huruf "EN" tersebut. Tindakan sang produser langsung memicu kemarahan besar dari kalangan penggemar ENHYPEN di media sosial, khususnya di platform X yang menilai aksi tersebut sangat tidak profesional.
Banyak penggemar melayangkan kritik tajam dan mempertanyakan kedewasaan Apro yang dinilai bersikap kekanak-kanakan di media sosial. Beberapa netizen bahkan berspekulasi bahwa hubungan kerja sama antara EVAN dan para anggota ENHYPEN lainnya berakhir dengan tidak baik setelah enam tahun berjuang bersama sebagai rekan kerja.