Seorang mantan agen properti asal Inggris mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan meninggalkan bisnis real estat demi mengejar impian masa kecilnya. Pria bernama Callum Aslantepe tersebut memilih pindah ke Meksiko untuk merintis karier sebagai pegulat profesional Lucha Libre, sebuah seni gulat tradisional yang sangat populer di negara tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan yang dihimpun, pria berusia 29 tahun ini kini aktif bertarung di atas ring dengan nama panggung "Prince Phoenix". Di dalam arena, ia memerankan karakter antagonis atau rudo (villain) yang kerap memicu emosi penonton saat berhadapan dengan jajaran pegulat pahlawan (tecnicos) yang penuh warna khas dunia Lucha Libre.
Menurut Aslantepe, kecintaannya pada dunia gulat sebenarnya sudah tumbuh sejak ia aktif berlatih di usia sembilan hingga 15 tahun. Namun, setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi, ia sempat mengesampingkan hasrat tersebut dan memilih membangun karier yang mapan sebagai agen properti, bahkan hingga mendirikan perusahaan real estat sendiri.
Dari pantauan redaksi, panggilan jiwa untuk kembali ke atas ring rupanya terlalu kuat untuk diabaikan. Setelah satu dekade berkecimpung di industri properti, Aslantepe mulai membagi waktunya dengan bertarung di berbagai promosi lokal di wilayah barat daya Inggris dan Wales, sering kali menghabiskan akhir pekannya dengan melakukan perjalanan jauh dari satu pertunjukan ke pertunjukan lainnya.
Keputusannya untuk pindah secara permanen semakin bulat setelah ia menyelesaikan tur gulat yang sukses di Meksiko pada tahun 2025. Terkesan dengan antusiasme luar biasa dari para penggemar di sana, ia akhirnya resmi menutup bisnis propertinya pada Januari lalu dan memantapkan diri untuk menetap di Meksiko.
Menurut penuturan Aslantepe kepada BBC, budaya gulat di Meksiko memiliki skala yang jauh lebih masif dibandingkan di tanah airnya. "Ini adalah bagian besar dari kebudayaan di sini. Untuk pertunjukan biasa di Inggris, kami mungkin hanya mendatangkan sekitar 300 penonton pada malam yang baik. Namun di Meksiko, kita berbicara tentang ribuan penggemar yang memadati arena," ujarnya.
Terkait perannya sebagai karakter antagonis di atas ring, Aslantepe mengaku bahwa ia memang selalu menyukai karakter penjahat sejak kecil. Tim redaksi mengamati bahwa ia sengaja mempertahankan kepribadian aslinya dalam karakter "Prince Phoenix", namun dengan intensitas yang ditingkatkan hingga seribu kali lipat agar lebih ekspresif dan mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton.
Berdasarkan data dari situs database gulat Cagematch, Prince Phoenix saat ini tercatat mengantongi rekor karier dengan 28 kemenangan dan 46 kekalahan. Kendati demikian, popularitasnya terus menanjak, di mana ia kerap kali membutuhkan waktu hingga 30 menit hanya untuk berjalan menuju ruang ganti karena dikerumuni oleh para penggemar yang meminta foto dan tanda tangan.