Kabar mengejutkan datang dari pemusatan latihan NFL ketika bintang San Francisco 49ers, George Kittle, secara tiba-tiba mendatangi set siaran NFL Network yang dipandu oleh Mike Garafolo. Berdasarkan pantauan redaksi, tight end andalan tersebut mengklaim bahwa pihak liga telah melarang penggunaan garam amonia atau "smelling salts". Kittle bahkan secara berseloroh menyatakan dirinya sempat mempertimbangkan untuk pensiun karena ia kerap menggunakan stimulan tersebut di setiap kesempatan pertandingan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan awal, kebijakan ini direkomendasikan oleh Komite Kepala, Leher, dan Tulang Belakang NFL demi mematuhi peringatan dari FDA mengenai potensi efek samping negatif dari penggunaan inhalan amonia. Larangan tersebut awalnya dikabarkan mencakup seluruh rangkaian hari pertandingan, mulai dari sesi pemanasan, waktu jeda babak pertama di lapangan, hingga di dalam ruang ganti pemain.
Namun, situasi tersebut segera mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak asosiasi pemain. Berdasarkan memo resmi yang diperoleh ESPN dari NFLPA (National Football League Players Association), larangan ini ternyata tidak berlaku secara menyeluruh bagi para pemain. Kebijakan baru tersebut sebenarnya hanya melarang tim atau klub NFL untuk menyediakan produk garam amonia kepada para pemain mereka.
Dari pengamatan tim redaksi, hal ini berarti para pemain masih diperbolehkan menggunakan garam amonia selama pertandingan berlangsung, dengan syarat mereka harus membawa dan menyiapkannya secara mandiri. Langkah ini diambil untuk menjembatani kekhawatiran medis dari pihak liga tanpa sepenuhnya membatasi kebiasaan para atlet yang mengandalkan stimulan tersebut.
Secara medis, garam amonia berfungsi memicu refleks pernapasan cepat yang mengirimkan pasokan oksigen instan ke otak, menciptakan efek waspada bagi penggunanya. Meski tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan peningkatan performa atletik secara langsung, sebuah estimasi dari mantan pelatih fisik pada tahun 2017 menyebutkan bahwa sekitar 70 hingga 80 persen pemain NFL aktif menggunakan zat inhalan ini untuk meningkatkan fokus sebelum bertanding.