Green Bay Packers memasuki tenggat waktu transfer dengan kondisi tim yang sedang terpuruk setelah menelan empat kekalahan beruntun dari Giants, Jets, Commanders, dan Bills. Berdasarkan situasi tersebut, banyak pihak mulai mempertanyakan peluang mereka untuk menembus babak playoff, terlebih dalam persaingan ketat di divisi mereka. Pasca-kekalahan 27-17 dari Bills di laga "Sunday Night Football", momen NFL trade deadline 2022 seharusnya menjadi kesempatan emas untuk membenahi skuad.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Namun, keputusan mengejutkan justru diambil oleh manajemen Packers yang memilih pasif tanpa melakukan satu pun kesepakatan transfer. Langkah ini memicu kekecewaan mendalam bagi para penggemar dan tampaknya juga bagi sang quarterback utama mereka. Di saat tim-tim lain memecahkan rekor dengan menyepakati total 10 transfer pada hari penutupan, tim rival di NFC North seperti Vikings justru sukses memboyong tight end T.J. Hockenson, dan Bears berhasil mengamankan penangkap bola baru dari Steelers.
Dari pantauan redaksi, Packers sebenarnya sangat membutuhkan tambahan kekuatan, khususnya pada posisi receiver untuk mendongkrak performa serangan mereka. Alasan di balik sikap pasif dari duet manajemen Brian Gutekunst dan Matt LaFleur ini akhirnya terungkap melalui komunikasi internal mereka. Menurut Matt LaFleur, keputusan tersebut murni didasarkan pada perhitungan peluang dan nilai investasi yang masuk akal bagi masa depan klub.
"Kami telah mendiskusikan hal ini selama berminggu-minggu, dan ini benar-benar tentang kesempatan. Jika ada kesempatan yang tepat, saya tahu Gutey akan berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas skuad kami. Anda selalu berusaha melakukan itu, tetapi kami tidak akan melakukan kesepakatan yang konyol," ujar Matt LaFleur sebagaimana dikutip dari laporan The Athletic.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa manajemen Packers memiliki standar harga tersendiri dan enggan membayar terlalu mahal demi sebuah peningkatan instan yang berpotensi membebani keuangan klub di masa depan. Meskipun demikian, Packers tidak sepenuhnya mengabaikan bursa transfer. Jurnalis NFL Network, Ian Rapoport, sempat membagikan informasi lewat media sosialnya bahwa Packers sebenarnya telah berupaya melakukan negosiasi, namun tidak ada satu pun kesepakatan yang berhasil terwujud hingga tenggat waktu berakhir.
Kabar yang beredar juga sempat mengaitkan Packers dengan Chase Claypool dari Steelers, bahkan mereka dilaporkan telah menawarkan draft pick putaran kedua tahun 2023. Berdasarkan laporan Tom Silverstein dari Milwaukee Journal Sentinel, pihak Steelers menolak tawaran tersebut karena memprediksi draft pick putaran kedua milik Chicago Bears akan bernilai jauh lebih tinggi di akhir musim. Kegagalan ini memaksa Packers untuk tetap mengandalkan barisan penerima mereka yang kurang berpengalaman dalam sisa kompetisi.
Langkah pasif ini dinilai cukup berisiko mengingat jendela juara bagi quarterback veteran berusia 38 tahun, Aaron Rodgers, kini semakin menipis. Namun, dari catatan sejarah, keputusan general manager Brian Gutekunst ini bukanlah hal baru. Sejak menjabat dari tahun 2018, ia tercatat belum pernah sekalipun melakukan transfer pemain di tengah musim berjalan, karena selalu memegang prinsip untuk hanya bertindak saat peluang emas yang benar-benar tepat itu datang.