NadiAurora NadiAurora
/home / berita / Jaket LA Lakers Seharga Rp50 Ribu...
BERITA

Jaket LA Lakers Seharga Rp50 Ribu Terjual Hingga Rp4 Miliar

by Tim Redaksi NadiAurora ⎯ 3 min read ⎯ 04 Juli 2026
Jaket vintage LA Lakers milik Wilt Chamberlain dari toko Goodwill yang dilelang di Sotheby's

Jaket vintage LA Lakers milik Wilt Chamberlain dari toko Goodwill yang dilelang di Sotheby's

Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Quinn Brown berhasil mendapatkan keberuntungan besar setelah menemukan sebuah jaket vintage Los Angeles Lakers di toko barang bekas Goodwill. Jaket yang dibeli dengan harga hanya 3,07 dolar AS atau sekitar Rp50 ribu tersebut kini ditaksir memiliki nilai jual mencapai 250.000 dolar AS atau setara dengan Rp4 miliar.

Berdasarkan laporan resmi dari rumah lelang terkemuka, Sotheby's, jaket tersebut telah melalui proses autentikasi yang ketat. Hasil verifikasi mengonfirmasi bahwa jaket itu pernah dikenakan oleh pemain Hall of Fame NBA, Wilt Chamberlain, selama ajang NBA Finals tahun 1972. Pihak Sotheby's juga berhasil mencocokkan pakaian tersebut dengan foto-foto dokumentasi dari musim terakhir Chamberlain bersama Lakers pada periode 1972-1973.

Menurut pengakuan Quinn Brown, dirinya hampir saja melewatkan kesempatan emas untuk memiliki barang langka tersebut. Dari pantauan redaksi, jaket itu awalnya sempat diambil oleh pengunjung lain di toko Goodwill yang berlokasi di Hillsboro, Oregon. Beruntung bagi Brown, pengunjung tersebut memutuskan untuk menjatuhkannya kembali dan tidak jadi membelinya.

"Pria itu melemparkannya begitu saja di depan saya, dan saya langsung menyambarnya," kata Brown saat diwawancarai oleh media KPTV. Dirinya mengaku langsung menyadari potensi besar yang dimiliki oleh jaket olahraga klasik tersebut sejak pandangan pertama.

Lebih lanjut, pihak lelang mengonfirmasi keberhasilan pelacakan historis dari pakaian legendaris ini. "Mereka mengatakan jaket saya telah dicocokkan dengan NBA Finals 1972," ujar Brown dengan antusias. Ia menambahkan, "Saya tahu jersi NBA Finals milik Wilt Chamberlain sebelumnya terjual seharga 4,9 juta dolar AS. Dan itu adalah jersi yang dia kenakan di balik jaket yang saya pegang ini."

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penemuan luar biasa ini menjadi pencapaian terbesar bagi Brown yang memang menekuni karier di bidang jual beli barang antik dan bekas. Pemuda tersebut diketahui mulai aktif melakukan aktivitas "thrifting" sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas, dan kini menghabiskan waktu hingga 20 jam setiap minggunya untuk berburu di berbagai gerai Goodwill.

"Saya sangat beruntung dengan jaket Wilt Chamberlain ini, dan rasanya sungguh luar biasa bisa menemukan sesuatu yang bersejarah seperti ini," tutur Brown. Ia menyatakan bahwa aktivitas berburu barang bekas ini awalnya dilakukan murni karena hobi, tanpa pernah mengekspektasikan keuntungan finansial sebesar ini.

Uang hasil penjualan lelang tersebut rencananya akan ditabung oleh Brown dengan harapan dapat membantunya untuk pensiun di usia muda. Sejak penemuan bersejarah itu, ia juga mengaku menjadi penggemar berat dari sang ikon basket dunia tersebut.

"Saya adalah penggemar Lakers. Sekarang saya memiliki buku tentang Wilt Chamberlain di atas meja rias, sebuah kartu Wilt Chamberlain pemberian dari teman saya, dan saya berharap bisa menemukan beberapa kaus vintage Wilt Chamberlain lainnya untuk dipakai sehari-hari," ungkap Brown mengenai kekagumannya.

Dari pantauan redaksi, proses penawaran umum untuk jaket legendaris ini sekarang telah dibuka secara resmi secara daring melalui situs Sotheby's dan dijadwalkan akan ditutup pada tanggal 20 Juli mendatang, di mana nilai tawaran telah merangkak naik sejak pertama kali dipublikasikan.

// TOPICS
#la_lakers #wilt_chamberlain #sotheby's #goodwill #thrifting #nba_finals #barang_antik #berita_hiburan
Peramu Cerita Hiburan & Gaya Hidup

Tim Redaksi NadiAurora adalah kawan-kawan yang terlalu banyak nonton, dengar, dan bertanya, lalu memutuskan untuk menulis. Terdiri dari jurnalis hiburan, pengamat budaya pop, dan pencinta seni yang muak dengan konten hiburan dangkal. Kami menyajikan cerita yang mengajak pembaca tersenyum, berpikir, dan terinspirasi. Bukan yang tercepat, tapi yang paling haus makna.