Kemarau Melanda, Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Bandung Terancam Kekeringan
Ratusan hektare areal pertanian di Kabupaten Bandung kini terancam kekeringan akibat musim kemarau yang kian meluas. Hingga 17 Juli 2026, Dinas Pertanian setempat mencatat ada 748 hektare lahan terdampak yang tersebar di 14 kecamatan wilayah tersebut.
Dari total luasan lahan yang terdampak, 29 hektare di antaranya sudah masuk dalam kategori kekeringan ringan. Sementara itu, sisanya sebanyak 719 hektare kini berada dalam status waspada atau terancam mengalami kondisi kekeringan yang lebih parah.
"Per 17 Juli, laporan yang kami terima menunjukkan ada 748 hektare lahan terdampak kekeringan yang tersebar di 14 kecamatan," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, saat memberikan keterangan di Soreang.
Data tersebut dihimpun dari laporan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta penyuluh pertanian lapangan di 31 kecamatan. Sejumlah wilayah yang kini menjadi perhatian utama karena rawan kekeringan meliputi Kecamatan Arjasari, Paseh, hingga Solokanjeruk.
Guna membantu para petani yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air, Dinas Pertanian menyiagakan bantuan pompa air melalui Brigade Alsintan. Pihak dinas memastikan alat dan mesin pertanian tersebut dapat dipinjam oleh kelompok tani secara gratis tanpa dipungut biaya.
"Kalau petani membutuhkan pompa, kami siapkan dan bisa dipinjam tanpa biaya. Mereka cukup menghubungi call center Dinas Pertanian di nomor 081-3165-2285," kata Ina menjelaskan mekanisme bantuan operasional tersebut.
Selain menyiapkan sarana pompa air, pemerintah daerah mengedukasi para petani agar tidak memaksakan menanam padi di wilayah yang pasokan airnya sudah menipis. Petani didorong untuk beralih sementara waktu ke jenis tanaman hortikultura atau palawija yang lebih hemat konsumsi air.
"Kami mengedukasi petani agar tidak memaksakan tanam padi. Bisa beralih ke palawija atau hortikultura yang masih memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga tetap bisa berproduksi," tutur Ina menambahkan.
Dinas Pertanian Kabupaten Bandung juga kembali menggalakkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di wilayah-wilayah yang masuk zona merah rawan bencana. Langkah ini diproyeksikan sebagai skema perlindungan finansial bagi para petani untuk menghindari kerugian total jika terjadi gagal panen.
Artikel Lainnya
Ayam goreng kriuk kremes terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia. Ko...
Harga daging ayam ras dan telur ayam ras di Jawa Barat tercatat mengalami kenaikan signifikan seiring diaktifkannya kemb...
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi resmi melantik kepengurusan baru Indonesia Off-Road Expedition (IOX) Adve...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk segera mengalihkan sistem penghitungan jatah bagasi gratis dari berbasis berat total m...
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau langsung pelatihan manajerial dan sertifikasi bagi 29.830 calon Manajer Koper...