Anggota grup K-Pop NCT, Mark Lee, baru-baru ini menjadi sorotan tajam setelah kemunculan perdana dirinya di depan publik pasca terlibat dalam sebuah kontroversi. Berdasarkan pantauan tim redaksi di media sosial, sikap hangat fans dan respons positif yang diterima sang idola di bandara justru memicu amarah besar dari netizen global yang melihat adanya ketidakadilan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang beredar, kontroversi yang menyeret Mark Lee berkaitan dengan dugaan rasisme setelah ia kedapatan mengenakan pakaian dengan simbol konfederasi yang sensitif. Menurut pengamatan redaksi, alih-alih mendapatkan sanksi sosial atau kecaman langsung di tempat umum, kedatangan penyanyi tersebut di bandara justru disambut dengan suasana kondusif dan penuh dukungan dari para penggemarnya.
Kondisi ini langsung memicu gelombang protes dari netizen yang membandingkannya dengan perlakuan yang diterima oleh rekan satu grupnya, Haechan. Menurut para penggemar, Haechan sempat mengalami perundungan fisik dan verbal yang parah di bandara hanya karena rumor kencan yang disebarkan oleh sasaeng. "Haechan benar-benar diganggu di bandara karena rumor kencan dan tidak bisa menunjukkan wajahnya selama berminggu-minggu," tulis seorang netizen di platform X.
Dari pengamatan redaksi terhadap reaksi publik, netizen menilai industri hiburan dan penggemar menerapkan standar ganda yang ekstrem dalam menyikapi masalah moral artis. Netizen lain juga membandingkan situasi ini dengan kasus Chaeyoung TWICE yang harus hiatus sementara waktu setelah mengalami insiden serupa terkait pakaian. Publik menyayangkan mengapa Mark Lee tetap mendapatkan sambutan hangat di tengah isu rasisme, sementara idol lain mendapatkan perlakuan kasar untuk masalah yang lebih minor.