Mengemudikan mobil dengan transmisi manual ternyata memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Berdasarkan riset terbaru dari Jepang, aktivitas mengoper gigi sendiri secara manual mampu memberikan latihan rutin bagi bagian otak yang bertanggung jawab atas memori, perhatian, dan pengambilan keputusan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Temuan dari para peneliti di Tohoku University Institute of Development ini menunjukkan bahwa mengoperasikan tuas transmisi manual menstimulasi otak dengan cara yang tidak terjadi saat mengendarai mobil matik. Dari pantauan redaksi, studi ini dipimpin oleh Profesor Ryuta Kawashima, seorang neurosaintis yang dikenal lewat karyanya pada seri permainan Nintendo Brain Age yang dirancang khusus untuk mengasah fungsi kognitif.
Menurut hasil riset tersebut, koordinasi yang berurutan antara kopling, tuas transmisi, pedal gas, dan roda kemudi terbukti aktif memicu korteks prefrontal pada otak. Profesor Ryuta Kawashima menjelaskan bahwa tindakan berulang dalam mengemudikan transmisi manual memberikan stimulasi berkala pada area tersebut. Hal ini membantu para pengemudi mendapatkan latihan kognitif tingkat rendah yang berguna menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tingkat stimulasi yang sama sama sekali tidak ditemukan ketika seseorang mengendarai mobil bertransmisi otomatis. Meskipun studi ini menyoroti keuntungan kognitif yang besar, popularitas kendaraan transmisi manual justru terus merosot tajam di berbagai belahan dunia.
Para peneliti mencatat bahwa saat ini hanya sekitar 1% hingga 2% dari kendaraan baru yang terjual di Jepang yang menggunakan transmisi manual. Sementara itu, di Amerika Serikat, angka penjualan mobil manual hanya mencapai 0,7% pada tahun 2024, sangat kontras dengan beberapa negara Eropa seperti Spanyol yang masih mencatat angka 41% dan Italia sebesar 48%.
Dengan jumlah model mobil manual baru yang semakin langka di pasaran pada tahun 2026, studi ini menunjukkan bahwa para pengemudi yang bertahan dengan transmisi manual sebenarnya mendapatkan latihan mental tak terduga setiap hari. Menariknya, temuan ini sejalan dengan riset lain yang menyatakan bahwa melatih otak juga bisa dilakukan dengan menyelesaikan tugas harian menggunakan tangan non-dominan.