Sebuah gedung kosong di Sakata, Jepang, mendadak viral di media sosial setelah ditawarkan untuk dijual dengan harga hanya 1,9 juta yen atau sekitar 11.750 dolar AS (setara Rp192 juta). Menariknya, gedung tersebut masih dipenuhi dengan ribuan volume komik manga yang tertata rapi di rak-raknya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari laporan yang beredar, properti ini dulunya merupakan bangunan tiga lantai yang digunakan sebagai perpustakaan swasta bernama Sakata Manga Library. Tempat tersebut pernah menjadi destinasi populer bagi pembaca lokal sebelum akhirnya ditutup dan ditelantarkan. Bukannya mengosongkan gedung sebelum menjualnya, pemilik properti justru membiarkan seluruh koleksi manga di dalamnya tetap utuh.
Menurut rincian dalam daftar penjualan, rak-rak buku di dalam gedung tersebut masih menyimpan ratusan hingga ribuan volume majalah manga ikonik. Beberapa di antaranya merupakan rilisan legendaris dari penerbit besar seperti "Weekly Shonen Jump" dan "CoroCoro Comic", termasuk isu-isu vintage yang sangat bernilai bagi kolektor.
Penjualan unik ini pertama kali menarik perhatian publik setelah seorang YouTuber asal Jepang bernama Yusuke Yoshikawa membagikan tautan daftar properti tersebut melalui akun X miliknya. Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan memicu nostalgia di kalangan warganet yang mengaku pernah mengunjungi perpustakaan itu saat masih kecil.
Dari pengamatan tim redaksi terhadap respons netizen, banyak yang berandai-andai untuk membeli gedung tersebut demi menyelamatkan koleksi manga di dalamnya. Beberapa pihak juga membayangkan untuk mengubah properti ini menjadi ruang komunitas baru atau menghidupkannya kembali sebagai perpustakaan manga modern.
Meski harganya tergolong sangat murah untuk sebuah gedung tiga lantai, beberapa warga lokal memperingatkan adanya biaya tersembunyi yang besar. Menurut penuturan seorang warga setempat, bangunan tua tersebut saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan, di mana biaya pembongkaran saja diperkirakan bisa mencapai lima kali lipat dari harga jualnya, belum termasuk biaya renovasi besar-besaran agar gedung layak digunakan.