Seorang pria di Texas, Amerika Serikat, harus berurusan dengan hukum setelah nekat menyamar sebagai seorang anggota kepolisian yang sedang tidak bertugas (off-duty). Tindakan tersebut dilakukannya demi bisa mendapatkan potongan harga atau diskon khusus di restoran cepat saji Chick-fil-A.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, berbagai restoran dan toko di seluruh penjuru dunia memang kerap memberikan program diskon khusus bagi para pelayan publik, termasuk anggota militer aktif maupun veteran, guru, hingga tenaga kesehatan. Namun, untuk bisa menikmati fasilitas potongan harga ini, pelanggan diwajibkan menunjukkan kartu identitas resmi sebagai bukti validitas profesi mereka.
Menurut laporan dari media lokal MyRGV, peristiwa unik sekaligus memalukan ini melibatkan seorang pria berusia 59 tahun bernama Eric Michael Rodriquez. Saat memesan makanan melalui layanan lantatur (drive-thru) Chick-fil-A pada tanggal 23 Juni silam, Rodriquez mengklaim dirinya sebagai aparat penegak hukum dan meminta diskon, namun ia tidak dapat menunjukkan kartu identitas resmi ketika diminta oleh staf restoran.
Dari pantauan redaksi, setelah permintaannya ditolak oleh pihak kru restoran, Rodriquez langsung merasa kesal dan memicu keributan di lokasi kejadian. Pihak manajemen Chick-fil-A yang merasa terganggu akhirnya melaporkan pria paruh baya tersebut ke kepolisian setempat karena dinilai telah menyebabkan gangguan ketertiban umum.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Rodriquez sempat dituduh memperlihatkan lencana kepolisian palsu kepada staf restoran untuk meyakinkan mereka. Kendati demikian, pria tersebut membantah tuduhan itu dan berdalih bahwa dirinya hanya menunjukkan kartu veteran serta menganggap pihak kepolisian telah membuang-buang sumber daya untuk menangkapnya.
Meskipun sempat mengelak, pihak berwenang setempat tetap menahan Rodriquez dengan dakwaan pemalsuan identitas sebagai petugas kepolisian. Ia kemudian dibebaskan pada tanggal 24 Juni setelah membayar uang jaminan sebesar 2.000 dolar AS.
Menurut hukum yang berlaku, dakwaan ini masuk dalam kategori Misdemeanor Kelas B dengan ancaman hukuman maksimal 180 hari penjara di rutan wilayah, serta denda tambahan mencapai 2.000 dolar AS. Kasus kriminalitas unik akibat ketidaksabaran di restoran cepat saji ini menambah daftar panjang insiden serupa yang marak terjadi di Amerika Serikat belakangan ini.