Seorang kreator konten TikTok yang kerap melaporkan kasus kejahatan geng di Swedia, Joseph Said, resmi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pria berusia 30 tahun yang dikenal melalui akun "Foxy Spy" tersebut terbukti terlibat dalam aksi peledakan granat di sebuah rumah yang menyebabkan dua orang warga sipil mengalami luka parah.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari Expressen, Joseph Said bertindak sebagai koordinator dalam pengorganisasian serangan maut tersebut. Namun, pelaku eksekusi di lapangan justru melempar granat tangan ke rumah yang salah saat para korban sedang tertidur lelap. Berdasarkan dokumen pengadilan, target asli serangan tersebut sebenarnya adalah rumah tetangga korban yang diduga terlibat dalam transaksi narkoba yang gagal dengan kelompok Said.
Menurut jaksa penuntut David Insulander saat diwawancarai Aftonbladet, motif di balik aksi kekerasan ini berakar dari perselisihan bisnis gelap. "Pandangan kami adalah bahwa semua ini terjadi karena transaksi narkoba yang salah, dan kemudian pembeli didenda," kata David Insulander dalam keterangannya.
Dari pantauan redaksi, serangan brutal ini menimbulkan dampak yang sangat tragis bagi para korban. Sang ibu yang menjadi korban ledakan terpaksa harus menjalani amputasi pada kedua kakinya, sementara anak perempuannya yang masih kecil mengalami cedera yang sangat serius. Pengadilan Swedia juga menjatuhkan hukuman kepada empat pria lain yang terlibat, termasuk Philip Persson dan Jelal Issa dengan hukuman belasan tahun penjara.
Berdasarkan observasi dari barang bukti pesan teks, Joseph Said sempat melayangkan protes keras kepada sang eksekutor sehari setelah kejadian karena salah sasaran. "Kamu salah rumah. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi?" tulis Said dalam pesan tersebut. Pengacara keluarga korban, Anmol Dhaliwal, menyatakan bahwa pihak keluarga cukup puas dengan vonis tersebut meskipun awalnya berharap semua pelaku mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat.