Seorang influencer asal Amerika Serikat dilaporkan telah ditangkap oleh pihak kepolisian di Korea Selatan setelah terlibat dalam sebuah konfrontasi jalanan yang viral. Pria yang diidentifikasi di media sosial sebagai Stonec atau Stone Park tersebut diamankan oleh petugas kepolisian di wilayah Pyeongtaek, sekitar 37 mil di sebelah selatan kota Seoul.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan pihak kepolisian setempat, pria berusia 30-an tahun yang telah tinggal di Korea Selatan selama bertahun-tahun itu diduga melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk pada hari Minggu, 21 Juni. Menurut keterangan tim penyidik, pelaku diduga memukul dua anggota tentara aktif dari US Forces Korea yang masih berusia 20-an tahun setelah merasa tersinggung.
Dari pantauan redaksi terhadap rekaman video yang beredar luas di media sosial, insiden tersebut memperlihatkan seorang pria bertubuh besar menendang serta mendorong salah satu korban sebelum beralih ke seorang wanita di dekatnya. Ketika tentara kedua mencoba melerai aksi tersebut, pelaku langsung melayangkan pukulan keras ke arah wajahnya hingga korban terkapar dan tidak sadarkan diri di jalanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku kepada penyidik bahwa ia tidak mengenal kedua korban sama sekali. Stonec mengklaim aksi nekatnya itu dipicu oleh rasa amarah karena para korban mengabaikan dirinya serta sempat melontarkan kata-kata makian saat mereka berpapasan di lokasi kejadian.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi di platform digital, video pemukulan tersebut telah disaksikan lebih dari 16,8 juta kali dan memicu gelombang kecaman netizen. Banyak pengguna internet yang membandingkan perilakunya dengan Johnny Somali, seorang streamer Amerika Serikat yang sebelumnya sempat dipenjara selama enam bulan di Korea Selatan akibat berbagai aksi kontroversial di ruang publik.
Melalui rekaman video lanjutan yang beredar, pelaku terlihat sempat melontarkan protes saat digiring oleh petugas kepolisian setempat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan saat ini mereka tengah mendalami detail insiden dengan memeriksa sejumlah saksi mata serta meninjau ulang bukti rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara.