Anggota grup LE SSERAFIM, Yunjin, tengah menjadi sasaran kritik brutal dari publik akibat pernyataannya dalam sebuah wawancara terbaru mengenai upayanya membawa perubahan di industri K-Pop. Berdasarkan laporan dari Koreaboo, gelombang protes ini mencuat setelah Yunjin membahas kembali ambisi masa lalunya saat baru memulai debut, di mana kala itu ia menyatakan keinginan kuat untuk mengubah wajah industri musik Korea Selatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam sebuah sesi wawancara mendalam bersama media Variety baru-baru ini, Yunjin memberikan pandangan yang dinilai melunak terkait konsep perubahan tersebut. Menurut penuturannya, "Perubahan tidak harus selalu bersifat revolusioner, cukup dengan menjadi diri sendiri yang paling autentik. Anda mengekspresikan hal-hal yang dirasakan, dan jika ada satu orang saja yang merasakannya, saya pikir itu sudah termasuk sebuah perubahan. Hal tersebut tidak harus berupa gelombang yang besar."
Dari pantauan redaksi di media sosial, potongan wawancara tersebut langsung viral dan memicu reaksi negatif yang masif dari para netizen. Penggemar dan netizen menilai bahwa Yunjin telah menarik kembali kata-katanya terdahulu demi tunduk pada kepentingan agensi. Ia bahkan dituding telah "menjual diri" dan berubah menjadi boneka perusahaan yang tidak lagi memiliki idealisme murni seperti saat awal kariernya.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tuduhan bahwa Yunjin hanya melontarkan omong kosong tanpa tindakan nyata kini ramai disuarakan di platform X (sebelumnya Twitter). Sejumlah netizen juga membandingkan kontribusinya yang dianggap minim dengan grup lain seperti NewJeans yang dinilai lebih vokal dalam membawa perubahan nyata di industri idola. Hingga saat ini, gelombang kritik terhadap idola di bawah naungan HYBE tersebut masih terus bergulir hangat di kalangan komunitas pencinta K-Pop.