Agensi hiburan terkemuka asal Korea Selatan, SM Entertainment, baru-baru ini merilis pembaruan resmi terkait tindakan hukum mereka terhadap pelanggaran hak-hak artis. Berdasarkan pengumuman resmi agensi, mereka secara aktif memantau dan mengajukan gugatan hukum terhadap sejumlah akun pengguna yang kedapatan menyebarkan komentar jahat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pernyataan resmi dari pihak SM Entertainment, agensi menyadari adanya upaya dari beberapa netizen nakal untuk menghindar dari tanggung jawab hukum. "Kami menyadari bahwa baru-baru ini beberapa pengunggah komentar jahat mencoba menghindari tanggung jawab hukum melalui berbagai tindakan pengalihan seperti menghapus akun, menghapus unggahan, menonaktifkan akun, atau mengubah pengaturan akun menjadi privat," jelas perwakilan agensi melalui akun resmi SMTOWN.
Dari pantauan redaksi, salah satu akun pengguna dengan nama @muyah00 kedapatan masuk dalam daftar hitam akun yang dituntut oleh agensi. Segera setelah pengumuman tersebut dirilis, pemilik akun langsung memberikan respons di media sosial yang justru memicu kontroversi baru di kalangan komunitas online.
Pengguna tersebut awalnya merespons dengan nada tidak percaya dan mempertanyakan kesalahannya. Namun, tidak lama kemudian, ia mengunggah serangkaian pernyataan yang tampak seperti permintaan maaf kepada grup idola RIIZE. "Saya meminta maaf, saya tidak akan mengulanginya lagi. Oppa, tolong lepaskan saya sekali ini saja. Saya bahkan tidak tahu apa salah saya, tapi saya mencintai RIIZE. Saya hidup karena oppa RIIZE," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Lebih lanjut, akun @muyah00 juga mengaku menangis karena merasa bersalah telah menyakiti perasaan para anggota RIIZE melalui cuitannya terdahulu. Ia menyatakan keterkejutannya bahwa salah satu dari enam anggota RIIZE bisa mengalami stres akibat tindakan yang telah ia lakukan, padahal grup tersebut selama ini menjadi sumber kebahagiaan dan motivasi hidupnya.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi di platform media sosial, alih-alih mendapatkan simpati, aksi "permintaan maaf" tersebut justru memicu kecaman massal dari netizen lainnya. Banyak netizen menilai bahwa pemilik akun belum benar-benar sadar akan kesalahan fatal yang telah diperbuatnya.
Beberapa netizen yang menelusuri rekam jejak akun tersebut mengungkapkan bahwa pengguna tersebut sebelumnya sering melontarkan kritik dan makian terhadap idola-idola di bawah naungan SM Entertainment. "Melihat unggahan mereka, sepertinya mereka masih belum sadar dan hanya mencoba menghibur diri sendiri agar tidak merasa bersalah," komentar salah seorang netizen yang geram melihat fenomena tersebut.