Perjalanan karier Daniel Ricciardo bersama tim McLaren tampaknya sedang berada di ujung tanduk setelah serangkaian hasil mengecewakan pada awal musim Formula 1 2022. Pebalap asal Australia tersebut tercatat baru satu kali mengamankan poin dengan finis di posisi keenam saat melakoni balapan kandang di Melbourne. Berdasarkan pantauan redaksi, hasil balapan lainnya justru sangat kontras, di mana ia hanya mampu finis di peringkat ke-14, 18, 13, dan 12, serta mencatatkan gagal finis atau "did not finish" saat mengaspal di Grand Prix Arab Saudi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kemenangan dramatis yang diraih Daniel Ricciardo di Monza pada tahun lalu sejatinya menjadi bukti otentik bahwa dirinya masih memiliki kapasitas untuk memenangkan balapan. Kendati demikian, ketidakmampuannya untuk menyamai ritme kecepatan rekan setimnya, Lando Norris, kini menjadi perhatian serius manajemen tim. Menurut pengamatan tim redaksi, situasi pelik ini memicu spekulasi liar mengenai masa depannya di Woking, meskipun pebalap berusia 32 tahun itu sebenarnya masih terikat kontrak hingga musim 2023 dengan opsi perpanjangan.
CEO McLaren, Zak Brown, sempat menjelaskan dalam siniar F1 Nation bahwa proses negosiasi mendalam terkait kelanjutan kontrak sang pebalap baru akan dilakukan pada akhir tahun ini. Di sisi lain, Team Principal McLaren, Andreas Seidl, menyatakan kepada media The Age bahwa ia masih menaruh harapan besar dan berekspetasi agar Daniel Ricciardo dapat segera bangkit dari keterpurukan dalam waktu dekat.
Jika McLaren akhirnya memilih untuk melakukan pergantian pebalap, nama Pato O'Ward mencuat sebagai kandidat terkuat. Pebalap berusia 23 tahun yang saat ini membela Arrow McLaren SP di ajang IndyCar Series tersebut dinilai memiliki kompetensi mumpuni untuk langsung beradaptasi di jet darat F1. Selain hampir menjuarai IndyCar musim 2021, pebalap asal Meksiko ini juga telah sukses menguji mobil MCL35M di Abu Dhabi pada tahun lalu.
Kandidat potensial berikutnya adalah Colton Herta, bintang muda yang saat ini tengah bersinar bersama Andretti Autosport di ajang IndyCar. Mengingat popularitas Formula 1 yang berkembang sangat pesat di Amerika Serikat, kehadiran Colton Herta diproyeksikan mampu memberikan dampak komersial yang luar biasa besar bagi McLaren. Pebalap muda AS tersebut dijadwalkan akan terlibat dalam pengujian mobil F1 McLaren tahun ini sebagai pebalap pengembangan.
Selain kedua nama besar IndyCar tersebut, opsi jangka panjang lainnya adalah Ugo Ugochukwu, pebalap ajaib berusia 15 tahun yang saat ini sedang berkompetisi di F4 British Championship di bawah naungan program pengembangan jangka panjang McLaren. Di samping itu, nama juara bertahan Formula 2 Oscar Piastri yang saat ini menjadi pebalap cadangan Alpine, serta pebalap berpengalaman AlphaTauri, Pierre Gasly, juga masuk dalam radar potensial untuk mendampingi Lando Norris di masa depan.