Setelah melewati berbagai penundaan dan saling lempar ejekan di media sosial, Jake Paul dan Tommy Fury akhirnya dipastikan akan saling berhadapan di atas ring tinju di Arab Saudi. Pertarungan ini bukan sekadar perebutan kemenangan biasa, melainkan juga ajang pembuktian harga diri, reputasi, serta kesempatan besar untuk menembus peringkat tinju dunia resmi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun, perseteruan kedua figur ini telah menarik perhatian luas dari dalam maupun luar dunia tinju, hingga menjadi fenomena budaya populer yang masif. Top Rank selaku promotor yang menaungi keluarga Fury juga bergerak cepat memanfaatkan momentum ini bekerja sama dengan MVP untuk menyiarkan pertandingan tersebut melalui platform digital eksklusif.
Menurut pernyataan Presiden Top Rank, Todd duBoef, daya tarik kedua petarung ini memang sangat luar biasa bagi para penggemar. "Jake Paul dan Tommy Fury memiliki basis penggemar yang meluas jauh melampaui dunia tinju. Kami sangat senang dapat bermitra dengan MVP dan mendistribusikan acara ini melalui pay-per-view," ungkap Todd duBoef dalam rilis resminya.
Dari pantauan redaksi, percikan perseteruan ini awalnya justru dipicu oleh aksi tidak sengaja dari juara dunia kelas berat WBC, Tyson Fury, yang merupakan kakak tiri Tommy Fury. Pada tahun 2021, Tyson Fury mengunggah ucapan selamat atas kemenangan Tommy Fury sekaligus menantang Jake Paul di media sosial tanpa menyadari bahwa angka penonton yang ia jadikan acuan ternyata keliru.
Situasi semakin memanas setelah Jake Paul berhasil mengalahkan Tyron Woodley pada tahun 2021, di mana pada ajang yang sama Tommy Fury juga sukses menumbangkan Anthony Taylor. Pengamatan tim redaksi menunjukkan adanya kericuhan nyata di lorong belakang panggung saat kedua kubu saling berhadapan secara langsung hingga pihak keamanan harus turun tangan.
Menurut penuturan Tommy Fury usai insiden di lorong tersebut, Jake Paul dinilai hanya berani berbicara besar di depan kamera namun menciut saat berhadapan langsung. "Dia mengonfrontasi saya di koridor bersama belasan krunya, padahal kami siap bertarung saat itu juga. Dia besar di depan kamera tetapi kecil saat sendirian," tegas Tommy Fury kala itu.
Pertemuan ini sempat terjadwal dua kali sebelumnya, yakni pada Desember 2021 namun batal karena Tommy Fury mengalami patah tulang rusuk, serta pada Agustus 2022 akibat masalah visa kunjungan ke Amerika Serikat. Kini, dengan kedua petarung yang sudah berada di Arab Saudi, publik bersiap menyaksikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang sejati.