Tren video dance challenge terus mendominasi media sosial seiring dengan melonjaknya popularitas konten berdurasi pendek. Dari pantauan redaksi, maraknya tren ini membuat area belakang panggung acara musik mingguan Korea Selatan menjadi jauh lebih padat dari biasanya karena para pengisi acara berbondong-bondong melakukan kolaborasi konten.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan penjelasan dari salah satu personel grup legendaris Super Junior, Leeteuk, waktu istirahat bagi para idola K-Pop saat ini menjadi barang langka. Jika pada generasi sebelumnya para anggota grup idola memanfaatkan waktu tunggu dengan makan atau tidur, kini hampir seluruh idola sibuk melakukan syuting konten dance challenge di sela-sela jadwal mereka.
Menurut Leeteuk, stasiun penyiaran seperti Music Bank bahkan menyediakan area khusus yang disebut "challenge zone" yang terletak tepat di depan tangga ikonik gedung mereka. Di lokasi inilah seluruh idola K-Pop berkumpul untuk merekam video kolaborasi menari bersama grup lainnya melalui prosedur yang cukup ketat.
Proses syuting ini ternyata tidak dilakukan secara spontan. Langkah pertama yang harus dipersiapkan oleh pihak manajemen idola adalah membawa pelantang suara atau speaker mandiri. Selain itu, proses perekaman hanya diperbolehkan menggunakan telepon genggam, di mana penggunaan kamera profesional akan langsung didiskualifikasi oleh pihak staf acara.
Tim redaksi mengamati bahwa ketatnya persaingan waktu membuat stasiun TV menerapkan sistem yang sangat terorganisir. Karena banyaknya jumlah tim idola yang mengantre, mereka diwajibkan mengambil nomor antrean dari mesin khusus yang disediakan oleh staf Music Bank dan menunggu giliran dengan tertib sebelum bisa menggunakan area "challenge zone" tersebut.