Aksi nakal seorang remaja berusia 14 tahun di Paris, Prancis, berujung pada urusan hukum setelah dirinya ditangkap oleh pihak kepolisian sebanyak dua kali dalam kurun waktu sepekan. Remaja yang dikenal dengan nama Hamza F atau "Hamza La Douane" ini dilaporkan terus-menerus menyerang warga lokal maupun turis asing menggunakan pistol air di tengah situasi gelombang panas ekstrem yang sedang melanda negara tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari media Prancis Le Parisien, Hamza kerap beraksi di sekitar kawasan Saint-Martin Canal, tempat di mana banyak orang berkumpul untuk mencari kesejukan. Alih-alih merasa bersalah, remaja tersebut justru mengaku menikmati aksinya. "Seringkali saya tidak meminta maaf, saya langsung menyemprot mereka dan melarikan diri," ungkap Hamza saat memberikan keterangan terkait motif aksinya tersebut.
Dari pantauan redaksi melalui platform media sosial, aksi Hamza ini bahkan sempat viral dan menjadi meme populer di kalangan pengguna TikTok di Prancis. Tidak hanya menyemprotkan air, Hamza juga dilaporkan nekat mendorong orang asing ke dalam kanal secara tiba-tiba. Lebih parahnya lagi, ia bahkan memeras para korbannya dengan meminta uang sebesar 2 Euro atau sekitar 2,29 Dolar AS sebagai jaminan agar ia berhenti menyemprot mereka.
Menurut laporan tambahan dari Le Figaro, tindakan kriminal Hamza ternyata tidak terbatas pada pistol air saja. Pada penangkapan pertamanya di akhir Juni, ia diamankan atas tuduhan vandalisme dan kekerasan kelompok. Sementara pada penangkapan kedua, polisi menjeratnya dengan pasal pencurian berat setelah ia diduga mengutil sebuah ponsel, mencuri perabotan dari sebuah bar, melakukan pembobolan apartemen, hingga menghina petugas kepolisian saat hendak ditangkap.
Menanggapi situasi yang menjerat kliennya, Elsa Marcel selaku kuasa hukum Hamza menyatakan bahwa remaja tersebut kini sedang menghadapi tekanan psikologis yang berat. Menurut pengamatan tim redaksi atas pernyataan resminya di media sosial, Elsa menyebut bahwa Hamza kini menjadi sasaran gelombang pelecehan, penghinaan rasial, dan ancaman pembunuhan dari netizen yang dapat membahayakan keselamatan serta melanggar martabatnya sebagai anak di bawah umur.