Berdasarkan laporan dari Dexerto, pihak jaksa penuntut umum mendakwa musisi naik daun D4vd telah membunuh seorang remaja berusia 14 tahun bernama Celeste Rivas Hernandez. Motif pembunuhan keji ini diduga kuat karena korban mengancam akan membongkar hubungan seksual rahasia mereka, yang dikhawatirkan dapat menghancurkan karier musik sang artis secara total.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Penyanyi yang memiliki nama asli David Anthony Burke tersebut telah mengajukan pembelaan tidak bersalah atas serangkaian dakwaan berat. Dari pantauan redaksi, dakwaan tersebut meliputi pembunuhan, pelecehan seksual berkelanjutan terhadap anak di bawah umur, serta mutilasi tubuh secara ilegal. Jasad Celeste sendiri ditemukan pada September 2025 di dalam sebuah mobil Tesla yang terdaftar atas nama Burke.
Menurut rincian kasus yang dirilis oleh ABC News, Jaksa Wilayah Los Angeles Nathan Hochman mengungkapkan bahwa Burke dan Celeste memulai hubungan seksual sejak korban berusia 13 tahun hingga menginjak usia 14 tahun. Sementara itu, Kapten Kepolisian Los Angeles (LAPD) Scot Williams menyatakan bahwa penyelidik menemukan fakta keduanya pertama kali berkenalan secara daring melalui sebuah forum obrolan.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, Celeste merasa tidak puas dengan status hubungan mereka dan mengancam akan mengungkapkan bahwa Burke terlibat hubungan seksual dengan anak di bawah umur. Jaksa menduga ancaman penyebaran informasi yang merusak tersebut memicu kepanikan pada diri Burke karena berpotensi "mengakhiri karier dan menghancurkan hidupnya".
Menurut penyelidikan kepolisian, Celeste terakhir kali terlihat hidup pada 23 April 2025 setelah bertukar pesan teks sepanjang hari dengan Burke. Sang musisi kemudian mengirimkan taksi Uber untuk menjemput Celeste dari rumahnya dan membawanya ke properti milik Burke yang berada di kawasan Hollywood Hills. Jaksa menuduh Burke langsung menikam korban berkali-kali hingga tewas sesampainya di lokasi.
Dari pengamatan tim redaksi terhadap dokumen pengadilan, Burke diduga melakukan upaya sistematis untuk menyembunyikan kejahatannya setelah pembunuhan terjadi. Ia kedapatan memesan dua gergaji mesin, kantong mayat, kantong cucian tugas berat, dan kolam tiup biru menggunakan nama samaran "Victoria Mendez" yang diduga kuat digunakan untuk memutilasi dan menyembunyikan jasad korban.
Mobil Tesla milik Burke dilaporkan terparkir di sekitar propertinya selama berbulan-bulan sebelum akhirnya diderek pada September 2025. Polisi kemudian dipanggil ke tempat penampungan mobil sitaan setelah petugas melaporkan adanya bau menyengat dari dalam kendaraan, yang berujung pada penemuan tragis jasad Celeste.
Di sisi lain, tim pengacara Burke dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Melalui pernyataan resmi mereka, kuasa hukum menegaskan, "Bukti nyata dalam kasus ini akan menunjukkan bahwa David Burke tidak membunuh Celeste Rivas Hernandez dan dia bukanlah penyebab kematiannya." Sidang pemeriksaan pendahuluan kasus ini dijadwalkan akan digelar pada 21 Juli 2026, dan saat ini Burke masih ditahan tanpa jaminan.