Penampilan Justin Verlander dalam Game 1 World Series melawan Philadelphia Phillies menandai pencapaian luar biasa di mana ia telah menjadi starter dalam laga pembuka ajang bergengsi ini di tiga dekade berbeda. Pempar bola (pitcher) veteran ini sebelumnya pernah memimpin Detroit Tigers di laga pembuka World Series 2006 dan kembali mendapatkan kehormatan tersebut pada tahun 2012.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan statistik, rekor Justin Verlander di World Series sebenarnya kurang menggembirakan dengan torehan 0-6 dan ERA 5,68 dari tujuh penampian. "Saya tentu ingin meraih kemenangan, tetapi tujuan utama saya adalah memberikan tim peluang terbaik untuk menang. Jika itu menghasilkan kemenangan pribadi, itu bagus. Saya pernah menjadi bagian dari kemenangan tim di World Series, dan itu jauh lebih penting daripada rekor individu," ujar Justin Verlander saat diwawancarai awak media.
Dari pantauan redaksi, kekalahan pada Game 1 World Series 2012 menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam karier sang pitcher. Saat itu, Detroit Tigers yang diperkuat rotasi elite seperti Justin Verlander, Max Scherzer, Doug Fister, dan Anibal Sanchez sangat diunggulkan untuk memenangkan gelar juara saat bersua San Francisco Giants.
Justin Verlander kala itu berstatus sebagai pitcher terbaik di dunia setelah merengkuh gelar AL Cy Young dan AL MVP pada musim 2011. Namun, dominasi tersebut hancur seketika di tangan pihak yang tidak terduga, yaitu sang pemukul (batter) San Francisco Giants yang memiliki julukan "Kung Fu Panda", Pablo Sandoval.
Dalam tiga inning pertama, Pablo Sandoval sukses mencetak dua run home luar biasa dari lemparan Justin Verlander. Hasil pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa Pablo Sandoval kemudian mencetak home run ketiganya di pertandingan tersebut setelah Justin Verlander ditarik keluar, membawa San Francisco Giants meraih kemenangan krusial dan akhirnya menyapu bersih seri dengan kemenangan telak.
"Saya hanya tidak melakukan eksekusi dengan baik malam ini, terutama saat menghadapi Pablo," aku Justin Verlander dengan kecewa setelah pertandingan bersejarah tersebut usai.
Menariknya, dominasi Pablo Sandoval atas sang ace legendaris ini sudah dimulai sejak All-Star Game 2012 beberapa bulan sebelumnya. Dalam ajang ekshibisi tersebut, pukulan triple dari Pablo Sandoval yang menghasilkan poin membawa National League (NL) menang, sekaligus mengamankan keuntungan bermain di kandang bagi utusan NL di World Series nanti.
Jika ditotal, Pablo Sandoval mencatatkan statistik fantastis 3-for-3 dengan satu pukulan triple dan dua home run dari tiga kesempatan menghadapi Justin Verlander di masa jayanya pada tahun itu. Catatan ini sangat langka mengingat sepanjang karier profesionalnya, Justin Verlander sangat jarang bisa ditaklukkan secara telak oleh satu orang pemukul yang sama dalam kurun waktu singkat.