Tuduhan berat membayangi gelaran Piala Dunia setelah laga dramatis babak 16 besar antara Argentina dan Mesir di Atlanta Stadium. Berdasarkan laporan yang dihimpun, pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, mengklaim adanya konspirasi dari pihak otoritas sepak bola tertinggi untuk mempertahankan langkah Lionel Messi dalam turnamen akbar tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, Mesir sebenarnya sempat berada di atas angin dan memimpin laga dengan skor 2-0 hingga menit-menit akhir pertandingan. Namun, juara bertahan Argentina secara luar biasa membalikkan kedudukan melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan gol penentu dari gelaran bintang Chelsea, Enzo Fernandez, yang memastikan tiket perempat final bagi Albiceleste.
Laga tersebut diwarnai berbagai keputusan kontroversial dari wasit asal Prancis, Francois Letexier. Menurut kubu Mesir, mereka dirugikan setelah satu gol dianulir akibat pelanggaran menarik kaus, klaim penalti yang diabaikan, hingga dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah yang mengawali proses gol kemenangan Argentina.
Seusai pertandingan, Hossam Hassan mengecam apa yang disebutnya sebagai ketidakadilan nyata di lapangan. "Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing. Sang juara dunia menerima dukungan di setiap level," ujar Hassan menyuarakan kekecewaannya.
Observasi tim redaksi menunjukkan atmosfer panas tidak hanya berhenti di pelatih, tetapi juga merembet ke para pemain. Penyerang Mesir, Mostafa Zico, turut menyuarakan rasa frustrasinya dengan menyebut kompetisi ini telah diatur. Akibat kekecewaan yang mendalam ini, Hassan bahkan menyatakan tidak akan menonton sisa pertandingan Piala Dunia tahun ini.
Eskalasi masalah ini kini telah memasuki ranah resmi. Berdasarkan informasi dari BBC, Presiden Federasi Sepak Bola Mesir, Hany Abou Rida, dilaporkan telah mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA dan mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap performa serta keputusan wasit Francois Letexier.