Kreator konten dan YouTuber populer, Jidon Armani Adams, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung JiDion, secara mengejutkan mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari dunia streaming untuk selamanya. Keputusan drastis ini diambil setelah dirinya ditangkap oleh pihak kepolisian saat sedang melakukan siaran langsung (live streaming) di platform Kick dalam sebuah insiden konfrontasi di luar gerai McDonald's di Woodhaven, Michigan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari video unggahan terbarunya di YouTube, JiDion mengakui bahwa insiden penangkapan pada 22 Juni tersebut menjadi titik balik yang memaksa dirinya untuk merenungkan kembali masa depannya di dunia digital. Penangkapan itu sendiri bermula dari perselisihan yang melibatkan tuduhan adanya oknum penyerobot tanah atau bangunan (squatter) di wilayah tersebut, yang kemudian menjadi viral di media sosial hingga memicu gelombang protes "Free JiDion" dari para penggemarnya.
"Ini benar-benar akan menjadi video terakhir saya yang seperti ini. Saya tidak akan pernah membuat video seperti ini lagi," ujar JiDion dalam pernyataan resminya. Ia menyadari bahwa aktivitas siaran langsung sering kali memicu sisi negatif dalam dirinya dan memicunya untuk melakukan tindakan demi kepuasan penonton semata.
Menurut pengakuannya, tekanan dari ruang obrolan (live chat) sering kali membuatnya lepas kendali demi menghadirkan konten yang menghibur. Ia mencontohkan bagaimana komentar negatif dari penonton kerap memicu dirinya untuk meningkatkan eskalasi situasi di lapangan. JiDion juga merefleksikan bahwa sekitar 85 persen dari kontroversi masa lalunya, termasuk perselisihan dengan kreator lain seperti Pokimane dan Logan Paul, berakar dari konten streaming.
Dari pengamatan tim redaksi, bintang Kick tersebut juga mengungkapkan telah menghabiskan biaya hukum hingga ratusan ribu dolar AS akibat insiden ini. Meskipun merasa tidak melakukan tindak kriminal, ia mengakui bahwa tindakannya sangat mengganggu dan tidak membawa dampak baik bagi masyarakat. Ke depannya, JiDion menegaskan hanya akan berfokus pada konten investigasi penangkapan predator anak dan sepenuhnya meninggalkan konten hiburan jalanan yang dinilai tidak bermanfaat.