Stadion Maracana yang legendaris di Rio de Janeiro akan menjadi saksi bisu bentrokan taktik yang monumental di panggung tertinggi sepak bola Amerika Selatan. Laga final Copa Libertadores 2023 ini mempertemukan klub raksasa Argentina yang terkenal dengan pertahanan kokohnya, Boca Juniors, melawan wakil Brasil yang agresif, Fluminense.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Fluminense, yang saat ini berada di peringkat kedelapan dalam kompetisi Brazilian Serie A, akan menikmati keuntungan besar bermain di hadapan publik sendiri karena laga puncak ini digelar di markas mereka. Berdasarkan pantauan redaksi, situasi ini memaksa Boca Juniors tidak hanya bertarung melawan sebelas pemain di lapangan, tetapi juga harus menghadapi tekanan hebat dari atmosfer suporter tuan rumah yang dipastikan akan sangat intimidatif.
Boca Juniors berhasil merangkak ke babak final Copa Libertadores lewat performa defensif yang luar biasa solid dan momentum-momentum krusial. Tim asuhan Jorge Almiron ini tercatat selalu melaju dari tiga babak gugur sebelumnya melalui drama adu penalti, termasuk saat meredam perlawanan juara bertahan Palmeiras di babak semifinal. Dari pengamatan tim redaksi, catatan impresif berupa empat hasil imbang tanpa gol dari enam laga fase gugur membuktikan betapa sulitnya membongkar lini belakang klub asal Buenos Aires tersebut.
Laga final yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan memulai kickoff pada Sabtu, 4 November 2023 pukul 17.00 waktu setempat di Rio de Janeiro. Fluminense lebih diunggulkan oleh banyak pengamat berkat produktivitas gol mereka yang luar biasa di kompetisi ini. Tim berjuluk Tricolor tersebut sukses menggelontorkan total 12 gol sepanjang enam pertandingan di babak gugur.
Menjelang laga krusial ini, Boca Juniors dipastikan tampil tanpa diperkuat mantan bek Manchester United, Marcos Rojo, akibat cedera otot, serta winger muda Exequiel Zeballos yang harus absen lama karena cedera ACL. Kendati demikian, mereka masih memiliki kiper berpengalaman Sergio Romero serta bintang muda Valentin Barco yang belakangan santer dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa.
Di kubu berseberangan, Fluminense mengandalkan kombinasi pemain veteran seperti kiper Fabio yang tetap tangguh di usia 43 tahun dan Marcelo yang kaya pengalaman di Liga Champions Eropa. "Kami siap memberikan yang terbaik di stadion kebanggaan kami," ungkap perwakilan tim menjelang pertandingan. Masalah lini belakang membayangi Fluminense setelah duo bek tengah utama mereka, Felipe Melo dan Nino, dilaporkan mengalami cedera, sehingga memaksa Marlon dan Manoel untuk turun mengawal area pertahanan sejak menit awal.