Kepindahan Kyrie Irving dari Boston Celtics ke Brooklyn Nets menyisakan atmosfer panas yang selalu menyelimuti TD Garden. Berdasarkan pantauan redaksi, setiap kali sang point guard menginjakkan kaki di markas Boston tersebut, sorakan cemoohan dari para pendukung tuan rumah tidak pernah absen terdengar.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelum musim 2018 dimulai, Irving sempat meyakinkan para penggemar Celtics bahwa ia akan memperpanjang kontraknya. Namun, keadaan berubah drastis ketika kontraknya habis dan ia memilih hengkang ke Brooklyn. Menurut pengakuan Irving, keputusan emosional ini sangat dipengaruhi oleh rasa duka mendalam setelah kehilangan sang kakek pada awal musim NBA 2018-19.
"Setelah beliau wafat, bola basket adalah hal terakhir yang ada di pikiran saya," ujar Irving dalam konferensi pers media day Nets pada 2019 lalu. "Banyak kegembiraan dari basket yang terenggut dari saya. Saya tidak mengambil langkah untuk konseling atau terapi, sehingga saya merespons dengan cara yang tidak biasa."
Ketegangan di internal tim juga sempat tertangkap oleh pengamatan tim redaksi selama musim tersebut. Salah satu puncaknya terjadi pada Januari 2019, ketika Irving secara terbuka menegur rekan setimnya karena tidak memberikan umpan tembakan terakhir kepadanya dalam sebuah pertandingan melawan Orlando Magic. Sebulan kemudian, ia langsung menarik kembali janjinya untuk bertahan di Boston dengan menyatakan, "Saya akan melakukan apa yang terbaik untuk karier saya."
Pada akhirnya, Irving resmi menandatangani kontrak senilai 136,49 juta dolar AS bersama Brooklyn Nets pada 7 Juli 2019, sebuah langkah yang membuatnya bisa bermain lebih dekat dengan rumahnya di New Jersey sekaligus berduet dengan Kevin Durant.