Kabar kurang sedap kembali menerpa Timnas Inggris dalam kampanye mereka di Piala Dunia 2026. Setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Ghana, tim asuhan Thomas Tuchel kini harus menghadapi kecemasan baru terkait kondisi kebugaran dua pilar penting mereka, Declan Rice dan Reece James.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan terbaru dari Telegraph, kedua pemain tersebut diragukan tampil dan harus menjalani pemeriksaan medis lanjutan menjelang laga penentu fase grup melawan Panama. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kehilangan kedua pemain ini tentu akan menjadi pukulan telak mengingat peran vital mereka dalam taktik yang diusung oleh Tuchel.
Declan Rice dilaporkan tidak mampu bermain penuh selama 90 menit saat bersua Croatia dan kembali mengeluhkan masalah pada akhir laga kontra Ghana. Dari pantauan redaksi, gelandang andalan Arsenal tersebut terlihat meninggalkan stadion dengan bebat kaki di betis kirinya, meskipun tim medis meyakini cedera ini tidak bersifat jangka panjang.
Sementara itu, situasi Reece James masih sedikit abu-abu. Bek kanan Chelsea berusia 26 tahun tersebut dikabarkan merasa tidak nyaman selama pertandingan melawan Ghana, meskipun ia sanggup bermain penuh. Mengingat rekam jejak cederanya yang cukup panjang, tim pelatih dinilai perlu mengambil langkah sangat berhati-hati.
Menurut analisis taktis, situasi ini kian pelik karena Thomas Tuchel sebelumnya sempat memproyeksikan Reece James untuk mengisi posisi gelandang bertahan andai Declan Rice harus absen. Dengan potensi absennya kedua pemain sekaligus, lini tengah dan pertahanan "Three Lions" dipastikan harus mengalami perombakan besar.
Persaingan di grup ini terpantau sangat ketat, di mana Inggris saat ini mengoleksi empat poin, sama dengan raihan Ghana. Sementara itu, Croatia menguntit di posisi ketiga dengan tiga poin, dan Panama berada di dasar klasemen tanpa poin, yang membuat laga pamungkas nanti menjadi sangat krusial bagi nasib Inggris.