Gelaran Piala Dunia 2026 diwarnai dengan penerapan regulasi baru yang cukup ketat dari badan sepak bola tertinggi dunia, FIFA. Berdasarkan pantauan redaksi, sebuah hukuman kartu merah langsung kini menanti para pemain yang kedapatan sengaja menutup mulut mereka menggunakan tangan saat berbicara atau berkonfrontasi dengan pemain lawan di lapangan hijau.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kasus pertama dari implementasi aturan ini menimpa penggawa tim nasional Paraguay, Miguel Almiron, dalam pertandingan fase grup melawan Turkey pada 20 Juni lalu. Menurut laporan pertandingan, Miguel Almiron mengukir sejarah kelam sebagai pemain pertama yang diusir keluar lapangan oleh wasit akibat melanggar regulasi penutupan mulut tersebut, meskipun dalam laga itu Paraguay tetap menyabet kemenangan 1-0.
Dari pengamatan tim redaksi, aturan tegas ini diadopsi oleh FIFA setelah berkonsultasi dengan International Football Association Board (IFAB) pada April lalu. Langkah ini diambil menyusul insiden kontroversial dalam laga Champions League 2026 antara Real Madrid dan Atletico Madrid pada Februari silam, ketika Gianluca Prestianni dari Atletico Madrid menutup mulutnya saat beradu argumen dengan Vinicius Jr.
Kala itu, Vinicius Jr menuduh Gianluca Prestianni melakukan pelecehan rasisme, sementara Eduardo Camavinga menyebut adanya komentar homofobik. Namun, karena tindakan Gianluca Prestianni yang menutupi mulutnya membuat pembuktian kata-kata menjadi mustahil, UEFA kesulitan menjatuhkan sanksi yang adil. Aturan baru yang kini populer di kalangan suporter dengan sebutan "Prestianni Law" tersebut sengaja dibuat agar ruang bagi tindakan pelecehan verbal dapat dieliminasi secara total.
Berdasarkan perkembangan terbaru di turnamen, Miguel Almiron ternyata bukan satu-satunya korban dari ketegasan regulasi anyar ini. Pada pertandingan tanggal 30 Juni, pemain belakang Colombia, Piero Hincapie, juga harus menerima kartu merah pada menit ke-95 setelah peninjauan VAR memperlihatkan dirinya menutup mulut ketika berbicara dengan penyerang Mexico, Santiago Jimenez, yang sekaligus menutup peluang timnya dalam kekalahan 2-0 tersebut.