NadiAurora NadiAurora
/home / hiburan / Aksi Panggung Jennie BLACKPINK di...
HIBURAN

Aksi Panggung Jennie BLACKPINK di Festival Eropa Menuai Kontroversi

by Dimas Aditama ⎯ 1 min read ⎯ 07 Juli 2026
Jennie BLACKPINK saat tampil di festival musik Eropa

Jennie BLACKPINK saat tampil di festival musik Eropa

Anggota grup idola BLACKPINK, Jennie, baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik setelah penampilannya di beberapa festival musik Eropa menuai kritik tajam. Sang idola dinilai memberikan performa yang mengecewakan hingga memicu kontroversi besar di kalangan netizen global.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jennie tampil di dua acara besar, yaitu Roskilde Festival di Denmark dan Open'er Festival di Polandia. Namun, aksi panggungnya saat membawakan lagu "Dracula" di Polandia justru menjadi viral karena alasan yang kurang menyenangkan.

Menurut pantauan redaksi di berbagai media sosial, banyak netizen yang melayangkan protes keras terhadap kemampuan bernyanyi Jennie. Mereka menuduh sang pelantun tidak tampil dengan maksimal, bahkan mempertanyakan kembali kualitas standar debutnya sebagai bintang internasional.

Sejumlah potongan video yang beredar di platform X memperlihatkan momen ketika Jennie kedapatan menjauhkan mikrofon dari mulutnya, namun suara vokal pendukung atau backtrack yang keras tetap terdengar jelas. Hal ini memicu spekulasi kuat bahwa ia melakukan lip sync sepanjang pertunjukan.

Dari pengamatan tim redaksi, gelombang kritik ini semakin memanas dengan munculnya berbagai komentar sarkas yang menyebut mikrofon sang artis hanyalah sebuah properti panggung semata. Netizen menyayangkan minimnya vokal langsung serta stamina Jennie yang dinilai cepat kehabisan napas di atas panggung.

// TOPICS
#blackpink #jennie #open'er_festival #roskilde_festival #kontroversi_k-pop
Pengamat Musik & Budaya Pop

Dimas percaya bahwa musik adalah bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Ia menghabiskan 8 tahun terakhir menyusuri panggung-panggung indie, festival musik, dan studio rekaman—bukan untuk mencari hits, tapi untuk duduk di belakang sound system, ngobrol dengan musisi jalanan, dan mencatat alunan yang nyaris hilang. Tulisannya adalah oase bagi mereka yang lelah dengan daftar lagu mainstream.